Sunday, September 18, 2022

Tips - Tips Memelihara dan Menggunakan Pod Vapor

 


Assalamu'alaikum Wr. Wb.
              Pada postingan saya kali ini saya akan membagikan beberapa tips untuk anda sebagai penikmat salah satu rokok elektrik yang disebut Pod Vapor. Pod Vapor adalah salah satu jenis rokok elektrik yang berukuran kecil dan terdapat Cartide di ujung Pod yang digunakan untuk wadah cairan Liquid, pod sangat  cocok untuk anda yang tidak ingin repot dalam menggunakan Vapor yang mana berbeda jika anda menggunakan Mod(jenis lain dari Vapor) yang lebih repot, karena anda perlu mengganti kapas jika sudah tidak layak digunakan, mengisi Liquid lebih sering, dan lain sebagainya, langsung saja untuk tips-tips memelihara Pod Vapor adalah sebagai berikut.

  1. Menunggu 5 sampai 10 menit setelah pengisian liquid sebelum digunakan
              Saat anda membeli pod vapor pertama kali atau membeli Cartridge baru maka Cartride anda akan anda isi dengan Liquid untuk pertama kali, setelah anda mengisi Cartride anda untuk pertama kalinya anda dianjurkan untuk tidak menggunakannya alias membiarkannya terlebih dahulu sebelum digunakan, hal ini dilakukan agar Liquid anda meresap terlebih dahulu ke dalam kapas yang terdapat dalam Cartride, karena jika anda langsung menggunakannya akan memperpendek umur daripada Cartride karena yang terbakar oleh pembakar bukanlah Liquid melainkan kapas yang terdapat pada Cartride.
  2. Mengecek dan membersihkan dudukan Cartride secara berkala menggunakan tisu
              Pada dudukan Cartride terdapat semacam kutub untuk aliran listrik yang berguna untuk mengalirkan listrik ke Cartride untuk selanjutnya melakukan pembakaran Liquid, pada sela-sela kutub terdapat sedikit sela dan sering kali Liquid pada Cartride membasahi dudukan Cartride yang mana jika ini dibiarkan terus menerus Liquid pada dudukan Cartride akan membasahi rangkaian elektronika yang terdapat di dalam Pod Vapor dan merusak Pod Vapor itu sendiri seperti kasus yang saya alami yaitu auto firing rusak dan sudah tidak dapat digunakan dan sering terjadi masalah auto firing hidup tanpa kita menggunakan Pod Vapor, untuk menghindari kerusakan akibat dudukan Cartride basah, maka kita perlu mengecek dan membersihkan dudukan Cartride secara berkala atau jika dudukan Cartride terlihat basah menggunakan tisu, sehingga alangkah baiknya selalu menyediakan tisu saku untuk membersihkan dudukan Catride Pod Vapor kita.
  3. Menyedot Pod Vapor secara santai
               Untuk menjaga usia dari Catride kita agar tetap layak digunakan, maka kita menggunakan Pod Vapor kita secara normal dengan membiasakan menyedot uap Pod dengan biasa saja alias santai, hal ini dilakukan agar Liquid dan kapas pada Cartride tidak menerima panas secara tiba-tiba secara terus menerus yang mana ada kemungkinan dapat memperpendek usia Cartride.
  4. Jaga Pod Vapor untuk tidak sering terbentur atau terjatuh
                Sama seperti barang elektronik lainnya, Pod Vapor juga adalah salah satunya yang mana jika sering mengalami benturan atau terjatuh maka dapat merusak komponen elektronik yang terdapat di dalamnya yang mana dapat merusak Pod Vapor itu sendiri, maka jagalah Pod Vapor untuk tidak sering terbentur atau terjatuh agar anda dapat masih menikmati Pod Vapor dengan baik.
  5. Mengganti Cartride jika kapas sudah berwarna gelap
               
    Saat anda sudah menggunakan Cartride Pod Vapor anda dalam jangka waktu yang cukup lama, maka ada saatnya anda akan mendapati kapas Cartride anda berwarna gelap, saat ini terjadi maka akan mengubah rasa dari uap Liquid dan membuat sedotan kita terhadap Pod Vapor menjadi berat, untuk dapat tetap menikmati rasa dari uap Liquid anda, maka anda perlu mengganti Cartride pada Pod Vapor anda jika kapas sudah terlihat gelap.
  6. Sebaiknya mengganti Cartride jika ingin berpindah Liquid
                 Jika anda berniat untuk mencoba rasa Liquid lain, sebaiknya gunakan Cartride yang berbeda, karena jika anda masih menggunakan Cartride yang sama dengan yang anda isi menggunakana Liquid sebelumnya, masih terdapat sisa-sisa Liquid yang sebelumnya anda pakai, dan jika anda langsung mengisinya menggunakan rasa Liquid yang berbeda, rasanya uap yang dihasilkan pun juga akan bercampur dengan rasa Liquid sebelumnya. Sebenarnya ada cara untuk meminimalisir campuran dari Liquid sebelumnya yaitu dengan mengosongkan dan membersihkan Liquid sebelumnya dari Cartride menggunakan kapas anda jika anda berniat menggunakan rasa Liquid yang lain pada Cartride yang sama kecuali jika anda berniat untuk sengaja mencampurnya.
  7. Melepas Cartride saat Pod Vapor tidak digunakan dalam jangka waktu lama
                 
    Disarankan untuk melepas Cartride jika anda berniat untuk tidak menggunakan Pod Vapor anda dalam jangka waktu lama misal saat anda sedang tertidur karena ada kemungkinan Liquid pada Pod Vapor anda akan merembes dan membasahi dudukan Cartride Pod Vapor anda

Friday, May 27, 2022

Cara Mengganti Baterai Tanam Smartphone Xiaomi Redmi Note 8

 Assalamu'alaikum Wr. Wb.

        Seletelah sekian lama saya tidak memposting sebuah artikel, pada kesempatan kali ini saya akan membagikan salah satu pengalaman saya mengganti baterai Smartphone Xiaomi milik saya sendiri karena baterai lama saya sudah rusak dan sangat tidak layak pakai, sebenarnya saya ingin membawanya saja ke tukang servis hp tetapi karena saya malas mengeluarkan uang dan saya juga ingin lebih belajar lagi di dunia teknologi maka akhirnya saya putuskan untuk mengganti sendiri baterai smartphone saya.

Alat dan bahan yang dibutuhkan

  1. Smartphone yang akan diganti baterainya
  2. Baterai smartphone baru
  3. Satu set obeng kembang
  4. silet
  5. hair dryer(jika dibutuhkan)
  6. pinset
  7. lem karet(Castol)
Langkah - langkah
  1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
  2. Matikan Smartphone yang akan diganti baterainya.
  3. Pada kasus tutup chasing belakang smartphone belum terbuka(karena terdorong baterai dari dalam) maka harus dipanasi terlebih dahulu di sepanjang tepi dari tutup chasing guna melemahkan rekatan lem yang melekatkan tutup chasing belakang dengan smartphone, tetapi untuk kasus tutup chasing sudah terbuka sedikit(karena terdorong baterai yang mengembang) langkah tersebut bisa diabaikan.
  4. congkel keluar  sedikit demi sedikit tutup chasing belakang smartphone di sepanjang tepi tutup chasing belakang menggunakan silet, perhatikan bagian dekat kamera, jangan sampai terjadi tutup chasing patah karena terlalu keras mencongkel tutup chasing belakang smatphone, dan congkel seluruh bagian chasing belakang sampai terpisah dari badan smartphone.


  5. Copot port fingerprint.
  6. buka baut-baut yang berada di bagian atas(dekat kamera) baterai menggunakan obeng kembang yang sesuai dengan ukuran + baut, lepaskan baut - baut tersebut dan taruh di tempat yang aman.


  7. Copot cover yang menutup mesin smartphone, lakukan dengan hati-hati jangan sampai tutup mesin tersebut patah, lalu pisahkan dan taruh di tempat yang aman.


  8. Anda akan melihat dua pengikat dengan masing-masing port yang berguna untuk mengunci baterai, congkel perlahan port tersebut menggunakan kuku atau pinset sampai terlepas.


  9. Copot juga port yang menghubungkan daya baterai ke smartphone, lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak port.
  10. Copot baterai lama dan ganti baterai yang lama dengan yang baru, biasanya terdapat lem yang melekatkan baterai dengan smartphone, maka lakukan dengan hati-hati agar tidak merusak smartphone.


  11. Oleskan sedikit lem karet pada tempat bekas lem yang sebelumnya melekatkan baterai ke smartphone.


  12. Pasangkan baterai baru ke tempat baterai lama yang sebelumnya dilepas

  13. Pasang kembali kedua port yang terhubung dengan pengikat baterai, tekan sedikit sampai dirasa sudah terpasang dan berhasil mengikat baterai.


  14. Pasang kembali port yang menghubungkan daya baterai ke smartphone degan menekannya secara hati hati, jangan terlalu ditekan, cukup sampai kita benar-benar yakin kalau port sudah terpasang.


  15. Pasang kembali cover yang menutup mesin smartphone.


  16. Pasangkan baut-baut yang sebelumnya dilepas guna mengunci cover mesin smartphone.


  17. Oleskan sedikit lem karet di sepanjang tepi dudukan tutup chasing belakang.
  18. Jangan lupa pasang kembali port fingerprint yang sebelumnya dilepas.
  19. Terakhir pasang kembali chasing belakang smartphone lalu hidupkan kembali smartphone anda dan selamat penggantian baterai pada Smartphone Xiaomi Redmi Note 8 selesai.


         Sebenarnya cara di atas bisa digunakan untuk bergabai jenis smartphone jaman sekarang yang menggunakan baterai tanam, hanya saja ada beberapa cara yang mungkin berbeda, misak di beberapa merk Smartphone Xiaomi chasing belakang tidak di lem, sehingga kita cukup mencongkelnya saja untuk membuka chasing atau model Smartphone Xiaomi yang tidak dilengkapi fingerprint sehingga tidak perlu melakukan pencopotan port fingerprint.

Saturday, August 21, 2021

Pengalaman Pertama Kali Menjadi Seorang Programmer Android

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

        Pada artikel saya kali ini saya ingin membagikan sebuah pengalaman pertama kali saya menjadi seorang Programmer khususnya Programmer yang mengembangkan aplikasi android. Seperti namanya, pekerjaan seorang programmer adalah mengembangkan program atau aplikasi entah itu milik sendiri, milik customer, atau milik perusahaan, secara pribadi saya mulai tertarik mempelajari dunia komputer khususnya tentang membuat sebuah program atau aplikasi adalah dari pertengahan tahun 2018, sebenarnya saya belum terlalu tertarik untuk menjadi programmer melainkan saya pertama kali tertarik dengan programming karena tertarik dengan dunia hacking yang keren seperti film-film hacker yang terkenal seperti Mr.Robot, Who Am I, dsb.

         Setelah lulus dari BootCamp Programming yang saya jalani selama kurang lebih satu setengah bulan, saya mulai mencari lowongan sebagai pengembang aplikasi hingga akhirnya saya mendapatkan pekerjaan pertama saya sebagai pengembang aplikasi di salah satu perusahaan di Jakarta, tetapi karena saya mengalami kendala yaitu kemampuan saya dibidang programming aplikasi android menggunakan React Native yang masih cetek karena di BootCamp materi yang banyak saya pelajari dan saya latih adalah programming aplikasi web maka membuat pekerjaan saya keteteran dan mengalami banyak kesulitan sehingga saya terpaksa menyerah dan mengundurkan diri dari pekerjaan saya sebagai pengembang aplikasi android yang baru berjalan satu minggu:-(.

         Setelah gagal di perusahaan pertama, saya tidak menyerah untuk mencari lowongan pekerjaan baru sebagai seorang programmer, setelah menjalani beberapa tes dari beberapa perusahaan yang saya apply akhirnya saya berhasi diterima di perusahaan kedua sebagai seorang pengembang aplikasi android, karena di perusahaan kedua ini bos saya memaklumi kemampuan saya yang masih sangat cetek, maka saya diperbolehkan bekerja sambil belajar dan di perusahaan kedua ini saya juga lebih dienakkan karena saya diterima bertiga bersama dua teman saya dari BootCamp, menariknya di perusahaan kedua tempat saya bekerja ini teman-teman saya satu kantor yang sudah mulai bekerja sebelumnya rata-rata usianya seumuran dengan saya yang bahkan bosnya usinya lebih muda dari saya.

          Banyak yang beranggapan bahwa bekerja sebagai seorang pengembang aplikasi android sangatlah enak karena pekerjaanya bisa dikerjakan dengan duduk dan minum kopi serta jam kerjanya yang fleksible, mungkin memang benar seperti itu, tetapi di tempat kerja kita dituntut tanggung jawab atas pekerjaan yang bos kita berikan kepada kita yang mana jika kita melakukan kesalahan sampai terjadi bug pada aplikasi production maka kita harus bersiap-siap kena marah oleh atasan dan kita harus segera memperbaiki bug yang ada yang mana jika kita melakukan kesalahan yang fatal kita juga harus bersiap-siap mendapatkan hukuman dari potong gaji bahkan dipecat, lucunya kesalahan pertama saya di perusahaan kedua saya adalah membuat sebagian server atau aplikasi Back-End tidak dapat digunakan karena kurangnya pengetahuan saya tentang PHP server saat berusaha membuat API di aplikasi.

           Sama seperti di perusahaan lainya, selama saya bekerja di perusahaan kedua saya sebagai pengembang aplikasi android, saya dan teman-teman saya dituntut untuk bekerja dibawah tekanan alias bekerja dengan deadline, deadline yang diberikan beragam sesuai dengan tingkat kesulitan fitur yang kita buat pada aplikasi, untungnya kita tidak terlalu dipaksakan untuk mengerjakan sesuai deadline pekerjaan yang terlalu susah untuk kita kerjakan misal saat kita mengalami stuck  saat mengembangkan suatu fitur, biasanya kita akan dibantu oleh programmer lain jika kita mengalami kesulitan dan diberi waktu tambahan untuk mengerjakan pekerjaan yang menurut kita cukup sulit untuk dikerjakan.

           Banyak sekali suka duka saat bekerja menjadi Programmer disebuah perusahaan salah satunya saat kita merasa kurang nyaman dengan salah satu teman kerja kita, maka mau tidak mau kita harus berusaha berdamai dengan teman-teman di tempat kerja karena disini kita dituntut untuk bekerja sama, termasuk dengan teman kerja kita yang menurut kita kurang srek dengan kita, kita juga tidak boleh asal keluar atau resign dari perusahaan kita jika kita menemui masalah dengan teman kerja atau bos kita karena ada konsekwensi yang harus kita lakukan yang salah satu contohnya adalah membayar denda berupa uang ganti rugi kepada perusahaan tempat kita bekerja.

Tuesday, July 20, 2021

Perbedaan Sistem Operasi Windows dan Linux

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

     Pada siang hari yang cerah ini saya akan membagikan salah satu pengalaman saya yaitu tentang perbedaan yang akan anda rasakan saat anda menggunakan Sistem Operasi Windows dan Linux yang khususnya distro linux yang saya gunakan adalah Kali Linux. Langsung saja untuk perbedaan antara kedua OS tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Pencipta Dan Pengembangnya
        
    Sistem operasi Windows diciptakan oleh Bill Gates beserta timnya yang mana Windows sendiri dikembangkan dan diawasi oleh Microsoft sehingga bersifat tertutup dan dilindungi hak cipta, sedangkan Linux diciptakan oleh seseorang asal Inggris bernama Linus Torvalds dan bersifat terbuka sehingga dapat dikembangkan oleh siapapun yang tertarik mengembangkan Linux, hingga saat ini banyak sekali distro Linux yang telah dikembangkan, diantaranya Kali, Ubuntu, Linux Mint, dan lain sebagainya.
  2. Linux Lebih Ringan
        
    Salah satu kelebihan Linux dibanding dengan Windows adalah lebih ringan saat digunakan, hal ini dikarenakan ukuran sistem operasi Linux jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan Windows, tetapi jika spek komputer anda tinggi dengan RAM yang juga tinggi maka anda dapat menggunakan Windows atau Linux bahkan keduanya tanpa khawatir komputer ngehank.
  3. Windows lebih User Friendly
         
    Dengan Windows maka hampir seluruh fitur mulai download, melihat spesifikasi komputer, dan lain sebagainya dapat dijalankan menggunakan jendela dan tombol yang telah disediakan, berbeda dengan Linux yang mana beberapa hal yang bisa kita lakukan dengan mengeklik di Windows kita harus melakukannya dengan menjalankan perintah di terminal.
  4. Windows lebih mudah digunakan untuk para Gamers
         
    Jika anda seorang Gamer atau seseorang yang menyukai dunia game, anda akan sangat dimudahkan dalam menginstall dan memainkan game saat menggunakan Windows karena Windows memang sangat mendukung untuk game selain itu grafik di Windows untuk game juga cukup bagus, hal ini berbeda jika anda menggunakan Linux, karena tidak semua Distro Linux mendukung game pada sistem operasinya, walau begitu kita masih bisa menginstall dan memainkan game di Linux salah satunya menggunakan PlayOnLinux.
  5. Linux cocok untuk seorang Hacker dan Developer
          Jika anda seorang Hacker atau Developer maka Linux adalah sistem operasi yang sangat cocok untuk digunakan untuk melakukan hacking dan developing. Untuk hacking, distro Kali Linux menyediakan banyak tools hacking yang sudah terinstall dan siap digunakan serta sudah terinstall bahasa pemrograman python yang biasa digunakan hacker untuk membuat tools hacking, untuk developer, linux sudah mendukung banyak bahasa pemrograman dan sangat bagus untuk digunakan sebagai aplikasi server.
  6. Linux lebih aman terhadap serangan
         
    Linux bersifat multi-user yang mana jika virus menjangkit user tertentu maka akan sulit menyebar dan menjangkit user linux yang lainnya, apa lagi dengan sifat linux yang open source sehingga memungkinkan semua pengguna linux untuk menembangkan dan memperbaiki celah keamanan yang terdapat pada linux, berbeda dengan Windows yang mana hampir semua pengguna windows pernah terjangkit virus, trojan, malware, dan serangan lainnya pada sistem operasinya, walau begitu Windows selalu melakukan update yang semakin lama Sistem Operasi Windows akan semakin aman dari serangan karena perbaikan yang dilakukan oleh pengembang Windows.
  7. Aplikasi Bawaan Windows lebih terkenal dan mudah digunakan
         
    Banyak aplikasi bawaan WIndows yang terkenal dan mudah untuk digunakan diantaranya Microsoft Words, Microsolf Excel, Microsoft Power Point, dan lain sebagainya, selain itu banyak aplikasi-aplikasi penting lainnya yang kompatibel dengan Windows seperti Corel Draw, yang mana aplikasi tersebut cukup terkenal dan biasa digunakan untuk praktek di sekolahan atau pelatihan, walau begitu di Linux banyak alternatif aplikasi yang berfungsi sama seperti aplikasi-aplikasi pada Windows hanya saja mungkin kurang terkenal, fungsionalitasnya tidak sebagus aplikasi di Windows, dan cara penggunaannya(seperti letak tombol-tombol) tidak seperti pada aplikasi Windows.
  8. Linux gratis sedangkan Windows berbayar
         
    Salah satu perbedaan paling mencolok antara Sistem Operasi Windows dan Linux adalah Windows bersifat berbayar sedangkan Linux bersifat gratis. Untuk Linux secara keseluruhan termasuk aplikasi-aplikasi yang terdapat di dalamnya gratis tanpa kita harus membayar kepada suatu instansi, berbeda dengan WIndows yang mana agar kita nyaman dalam menjalankan OS Windows dan Windows yang kita miliki bersifat legal, maka kita diharuskan melakukan aktivasi yang terntunya berbayar, jika tidak maka saat kita menjalankan OS Windows akan ada hal yang mengganggu atau hal yang tidak bekerja maksimal sesuai keinginan kita seperti jendela pop up pada Windows 7, watermark pada Windows 8, dan lain sebagainya, begitu juga Microsoft Office, jika kita ingin dapat menggunakannya secara maksimal dan tanpa gangguan maka kita juga diharuskan melakukan aktivasi untuk Microsoft Office yang kita miliki.

Monday, June 21, 2021

Mengenal Sensor Suhu LM35 Untuk Arduino

 

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

     Pada malam hari ini saya ingin membagikan pengetahuan tentang salah satu sensor pada Arduino, yaitu sensor suhu LM35. Sensor LM35 adalah sensor berupa IC yang dapat mengukur suhu sekitar dikarenakan terdapat termistor jenis PTC(Positive Temperature Coefisient) pada sensor yang mana nilai resistant pada sensor akan meningkat sebanding dengan meningkatnya suhu yang diterima sensor, sensor ini memiliki 3 kaki yang diantaranya adalah VCC(kaki yang digunakan sebagai kaki input arus listrik), Output(kaki yang digunakan sebagai sebagai output data suhu dari sensor), dan GND(kaki yang digunakan sebagai ground atau kaki negatif). Sensor ini dapat mengukur suhu antara -55 derajat Celsius 150 derajat Celcius, yang mana berdasarkan datasheet LM35 kita bisa menggunakan pengukuran penuh yaitu antara -55 - 150 derajat Celcius dan menggunakan pengukuran sebagaian yaitu antara 2 sampai 150 derajat Celcius.

Mencoba Menggunakan Sensor LM35

 
Bahan-Bahan yang Dibutuhkan

  1. 1 buah Arduino Uno/Arduino Nano
  2. 1 buah Sensor Suhu LM35
  3. 1 buah BreadBoard
  4. 3 kabel jumper 
  5. 1 buah Kabel USB Type B
  6. 1 buah komputer

Langkah-Langkah

  1. Pertama, siapkan alat dan bahan yang telah ditulis diatas
  2. Pasang sensor suhu LM35 ke BreadBoard dengan 3 kaki terpasang dan tidak saling berhubungan
  3. Pasang kabel jumper pertama ke pin A0 pada arduino dan sambungkan dengan kaki output pada sensor.
  4. Pasang kabel jumper kedua ke pin 5V pada arduino dan sambungkan dengan kaki VCC pada sensor.
  5. Pasang kabel jumper ketiga ke pin GND pada arduino dan sambungkan dengan kaki GND pada sensor.
  6. Upload kode di bawah, lalu jalankan serial monitor
  7. Jika anda berhasil, maka anda akan melihat hasil pengukuran suhu pada serial monitor

 

#include <Arduino.h>
#include <Wire.h>
 
 
const int pinLM = A0;
float suhu, data;

void setup()
{
Serial.begin(9600);
pinMode(pinLM, INPUT);
}

void loop()
{
data = analogRead(pinLM);
suhu = data * 500 / 1024;
// print data serial monitor
Serial.print("data sensor: ");
Serial.print(data);
Serial.print(", suhu: ");
Serial.print(suhu);
Serial.print("C");
Serial.println();

delay(1000);
}
 

Saturday, June 12, 2021

Mengenal Sensor LDR(Light Dependent Resistor) Pada Arduino


 

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

       Pada postingan saya kali ini saya akan membahas seperti pada judul diatas, yaitu tentang sensor LDR. Sensor LDR(Light Dependent Resistor) atau bisa disebut juga Photoresistor adalah sebuah sensor berupa resistor yang nilai tahanannya dapat dipengaruhi oleh cahaya yang biasa digunakan pada project Arduino, yang mana semakin tinggi intensitas cahaya yang mengenai Sensor LDR maka tahanan pada resistor semakin rendah dan akhirnya variabel tahanan tersebutlah yang menjadi data masukkan ke arduino sebagai pengukur intensitas cahaya yang nantinya dengan data dari resistor tersebutlah dapat digunakan untuk mengaplikasikan komponen lainnya pada project-project Arduino seperti lampu otomatis, alarm otomatis, dan lain sebagainya. Sensor LDR pada umumnya saat berada pada kondisi gelap memiliki tahanan 200 M Ohm, dan menjadi 1 kilo Ohm saat menerima banyak cahaya bahkan dapat menjadi lebih kecil lagi dan untuk ukuran LDR yang biasa dijual di pasaran berukuran 4 mm dan 11 mm.


Sensor LDR

Cara Kerja Sensor LDR

      Untuk cara kerja dari Sensor LDR sangat sederhana, saat sensor dipasang pada rangkaian maka salah satu kaki sensor akan bekerja sebagai input arus listrik, sedangkan kaki yang satunya sebagai output yang akan mengirimkan data berupa arus listrik dengan tegangan yang bervariasi akibat dari variabel hambatan yang dihasilkan akibat bahan semikonduktor yang digunakan pada Sensor LDR yang terkena pancaran cahaya.

Project Sederhana Menggunakan Sensor LDR

 

Project sederhana menggunakan Sensor LDR

 

Bahan - Bahan:

  1. kabel USB type B
  2. kabel jumper 3 buah
  3. resistor 1 buah
  4. Sensor LDR
  5. Arduino UNO / Arduino Nano 

Langkah-langkah:

  1. Pertama-tama, siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan.
  2. Pasang kabel jumper pertama ke pin 5 V, kabel jumper kedua ke pin GND, dan kabel jumper ketiga ke pin A0.
  3. Pasang kedua kaki Sensor LDR ke board arduino.
  4. Sambungkan ujung kabel jumper yang tersambung dengan pin 5V ke salah satu lubang pada board arduino yang tersambung dengan salah satu kaki Sensor LDR.
  5. Pasangkan ujung kabel jumper yang tersambung dengan pin A0 ke lubang pada board arduino yang tersambung dengan salah satu kaki Sensor LDR yang tidak tersambung dengan kabel jumper pada langkah ke 4.
  6. Selanjutnya pasang ujung kabel jumper yang tersambung dengan pin GND ke salah satu lubang pada board arduino dan pasang transistor yang telah disiapkan ke dua luang pada board arduino sehingga menghubungkan kabel jumper yang tersambung dengan GND dengan kaki Sensor yang tersambung dengan kabel jumper yang tersambung dengan pin A0.
  7. Terakhir jalankan dan upload program arduino di bawah sehingga dapat dilihat langsung hasil dari pengukuran intensitas cahaya yang diterima sensor melalui Serial Monitor.


#include <Arduino.h>
#include <Wire.h>
 
const int pinLDR = A0;
void setup()
{
Serial.begin(9600);
pinMode(pinLDR, INPUT);
}
int dataLDR = 0;
void loop()
{
dataLDR = analogRead(pinLDR);
Serial.print("data sensor LDR : ");
Serial.print(dataLDR);
Serial.print(" Kondisi cahaya : ");

if (dataLDR < 150)
{
Serial.println("GELAP");
}
else if (dataLDR < 300)
{
Serial.println("REDUP");
}
else if (dataLDR < 450)
{
Serial.println("TERANG");
}
else
{
Serial.println("SILAU");
}
delay(1000);
}

Monday, April 26, 2021

Mengenal Sensor Ultrasonik HC-SR04, Sensor Ultrasonik Untuk Arduino

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

      Pada malam hari ini saya akan membagikan sebuah pengetahuan tentang salah satu sensor yang biasa digunakan pada project Arduino, setelah sebelumnya saya membahas tentang Sensor PIR yang dapat dibaca di sini. Pertama tama kita harus tahu apa itu Gelombang Ultrasonik yang digunakan pada Sensor Ultrasonik HC-SR04, Gelombang Ultrasonik adalah gelombang suara yang memiliki frekwensi lebih dari 20.000 Hz, gelombang suara tersebut tidak dapat didengarkan oleh manusia tetapi dapat didengatkan oleh beberapa hewan seperti kucing, kelelawar, dan lain sebagainya.

Cara Kerja Sensor Ultrasonik HC-SR04

      Untuk cara kerja sensor ini adalah transmitter sensor akan memancarkan gelombang suara ultrasonik, gelombang suara tersebut akan memantul ketika menabrak sesuatu seperti batu, tembok, dan manusia lalu pantulan gelombang ultrasonik tersebut akan diterima oleh receiver pada sensor, selisih waktu antara gelombang dipancarkan dan diterima kembali oleh sensorlah yang dijadikan sebagai hasil pengukuran atau output dari sensor. Sensor ultrasonik yang biasa digunakan pada Project Arduino adalah HC-SR04, sensor ini dapat diaplikasikan pada banyak project seperti pada robot berjalan yang anti menabrak, tempat sampah dengan tutup yang dapat membuka otomatis, dan lain sebagainya. Pada Sensor Ultrasonik Tipe HC-SR04 terdapat 4 kaki yaitu:


 

  1. Kaki VCC : kaki yang menerima arus listrik 5 V.
  2. Kaki GNC : kaki yang berfungsi sebagai kaki negatif.
  3. Kaki Trigger : kaki sebagai penerima trigger atau pemicu untuk memancarkan gelombang ultrasonik.
  4. Kaki Echo. kaki yang berfungsi sebagai output dari hasil pembacaan sensor ultrasonik.

    Pada Sensor Ultrasonik HC-SR04 terdapat dua buah speaker mini, speaker pertama berfungsi sebagai transmitter yaitu untuk memancarkan gelombang ultrasonik, speaker kedua berfungsi sebagai receiver untuk menerima pantulan dari gelombang ultrasonik yang sebelumnya dipancarkan oleh speaker pertama. 

Contoh Sederhana Pada Project Arduino

   Setelah kita mengetahui apa itu Sensor Ultrasonik, sekarang kita akan membuat sebuah rangkaian Arduino sederhana yang melibatkan Sensor Ultrasonik, untuk bahan-bahannya adalah sebagai berikut:

  1.  4 kabel jumper.
  2.  satu buah lampu led.
  3.  Arduino Uno.
  4.  Board untuk dudukan komponen.
  5.  Kabel USB.

Dan untuk langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Siapkan bahan-bahan yang telah disebutkan di atas.
  2. Pasangkan kaki VCC ke pin 5 V menggunakan kabel jumper.
  3. Pasangkan kaki GND ke pin GND di sebelah pin 5 V menggunakan kabel jumper.
  4. Pasangkan kaki Echo ke pin ~10 menggunakan kabel jumper.
  5. Pasangkan kaki Trigger ke pin ~9 menggunakan kabel jumper.
  6. Pasangkan langsung kaki positif(yang panjang) lampu LED ke pin 13 dan kaki negatif(yang pendek) ke pin GND di sebelah pin 13.
  7. Pasang USB dari komputer ke Arduino Uno, lalu upload program berikut:

#include <Arduino.h>

const int pTrig = 9;
const int pEcho = 10;
const int pinLED = 13;

void setup() {
Serial.begin(9600);
pinMode(pTrig, OUTPUT);
pinMode(pEcho, INPUT);
pinMode(pinLED, OUTPUT);
}
long durasi = 0;
long jarak = 0;

void loop() {
digitalWrite(pTrig, HIGH);
delayMicroseconds(10);
digitalWrite(pTrig, LOW);
durasi = pulseIn(pEcho, HIGH);

jarak = (durasi *0.034)/2;

Serial.print("Durasi: ");
Serial.print(durasi);
Serial.print(", Jarak: ");
Serial.println(jarak);
Serial.println("---------------------");

if(jarak < 20){
digitalWrite(pinLED, HIGH);
} else {
digitalWrite(pinLED, LOW);
}
delay(1000);

delay(1000);
}

  


 

    Jika program di atas berhasil dijalankan, maka yang terjadi jika anda menaruh tangan dekat di depan Sensor Ultrasonik, maka lampu LED akan menyala, dan jika anda menjauhkan tangan anda maka lampu LED akan mati.

 

Lampu LED mati

Lampu LED menyala


Sunday, April 25, 2021

Mengenal PIR (Passive Infra Red), Sensor Pasif Infra Merah Pada Arduino

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

      Pada malah hari di bulan Ramadhan ini saya akan membagikan sebuah artikel tentang salah satu sensor yang saat ini saya sedang pelajari untuk latihan Arduino saya, sensor tersebut adalah PIR atau singkatan dari Passive Infra Red. Seperti namanya, karena sensor ini bersifat pasif, maka sensor ini tidak memancarkan gelombang infra merah, melainkan hanya menerima gelombang infra merah disekitarnya.

Cara Kerja Sensor PIR

      Seperti yang telah saya singgung sebelumnya, untuk cara kerja sensor PIR adalah menerima pancaraan gelombang cahaya infra merah yang berada disekitarnya, karena manusia sendiri memancarkan gelombang infra merah, maka sensor ini juga dapat mendeteksi keberadaan makhluk hidup seperti manusia yang mana salah satu pengaplikasiannya dapat digunakan untuk sensor anti maling yang akan mendeteksi keberadaan manusia dan membunyikan alarm atau mengirim SMS kepada pemilik rumah. Pada sensor ini terdapat tiga kaki yaitu kali ACC atau kaki positif yang menerima tegangan listrik 5 volt, kali GND atau kaki negatif, dan kaki output yang menerima data output dari pembacaan sensor PIR. di sisi lain sensor juga terdapat dua pengaturan yang dapat disetel menggunakan obeng dengan memutarnya ke kanan dan ke kiri, dua pengaturan tersebut adalah pengaturan lama output dari kaki output mengeluarkan arus listrik berupa hasil dari sensor saat menerima pancaran infra merah disekitarnya yang mana jika disambungkan dengan lampu LED terlihat jelas durasinya yang mana untuk menyetelnya kita tinggal memutarnya ke arah kanan jika ingin durasi lampu LED nya sebentar, begitu juga sebaliknya dan yang satunya pengeturan sensitivitas dari sensor yang mana jika kita memutarnya ke arah kanan maka sensor akan semakin sensitif, begitu juga sebaliknya.


 

Project Sederhana Menggunakan Sensor PIR

      Setelah kita mengetahui apa itu Sensor PIR, kita bisa langsung mempraktekkannya dengan mencoba menggunakan sensor PIR untuk menyalakan lampu LED saat mendeteksi manusia di sekitarnya.


Langkah-langkah

  1. Sambungkan kaki GND ke GND yang bersebelahan dengan pin 5 V pada Arduino menggunakan kabel jumper.
  2. Sambungkan kaki VCC ke pin 5 V pada Arduino yan menggunakan kabel jumper.
  3. Sambungkan kali output ke kaki ~3 menggunakan kabel jumper.
  4. Pasang sebuah lampu LED dengan kaki positif(kaki yang panjang) ke pin 13 pada Arduino dan kaki negatif(kaki yang pendek) ke pin GND di sebelah pin 13.
  5. masukkan program di bawah dan upload ke arduino.

    #include <Arduino.h>

    int calibrationTime = 30;
    int lowIn;
    int pause = 5000;
    boolean lockLow = true;
    boolean takeLowTime;
     
    int pirPin = 3;
    int ledPin = 13;
     
    void setup()
    {
    Serial.begin(9600);
    pinMode(pirPin, INPUT);
    pinMode(ledPin, OUTPUT);
    digitalWrite(pirPin, LOW);
    Serial.print("Mengkalibrasi sensor.");
    for (int i = 0; i < calibrationTime; i++)
    {
    Serial.print(".");
    delay(1000);
    }
    Serial.println("Selesai");
    delay(50);
    }

    void loop()
    {
    if (digitalRead(pirPin) == HIGH)
    {
    digitalWrite(ledPin, HIGH);
    if (lockLow)
    {
    lockLow = false;
    Serial.println("---");
    Serial.print("gerakan terdeteksi pada ");
    Serial.print(millis() / 1000);
    Serial.println(" detik");
    delay(50);
    }
    takeLowTime = true;
    }
    if (digitalRead(pirPin) == LOW)
    {
    digitalWrite(ledPin, LOW);
    if (takeLowTime)
    {
    lowIn = millis();
    takeLowTime = false;
    }
    if (!lockLow && millis() - lowIn > pause)
    {
    lockLow = true;
    Serial.print("gerakan berhenti pada ");
    Serial.print((millis() - pause) / 1000);
    Serial.println(" detik");
    delay(50);
    }
    }
    }

  6. Setelah anda mencoba program di atas, maka lampu LED akan menyala saat anda atau tangan anda berada di depan sensor PIR dan LED mati setelahnya, lalu lampu LED akan hidup kembali saat anda menggerakkan tangan anda yang sebelumnya berada di depan sensor.

Sumber source code: https://circuitmagic.com/arduino/pir-motion-sensor-with-arduino/