Saturday, August 21, 2021

Pengalaman Pertama Kali Menjadi Seorang Programmer Android

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

        Pada artikel saya kali ini saya ingin membagikan sebuah pengalaman pertama kali saya menjadi seorang Programmer khususnya Programmer yang mengembangkan aplikasi android. Seperti namanya, pekerjaan seorang programmer adalah mengembangkan program atau aplikasi entah itu milik sendiri, milik customer, atau milik perusahaan, secara pribadi saya mulai tertarik mempelajari dunia komputer khususnya tentang membuat sebuah program atau aplikasi adalah dari pertengahan tahun 2018, sebenarnya saya belum terlalu tertarik untuk menjadi programmer melainkan saya pertama kali tertarik dengan programming karena tertarik dengan dunia hacking yang keren seperti film-film hacker yang terkenal seperti Mr.Robot, Who Am I, dsb.

         Setelah lulus dari BootCamp Programming yang saya jalani selama kurang lebih satu setengah bulan, saya mulai mencari lowongan sebagai pengembang aplikasi hingga akhirnya saya mendapatkan pekerjaan pertama saya sebagai pengembang aplikasi di salah satu perusahaan di Jakarta, tetapi karena saya mengalami kendala yaitu kemampuan saya dibidang programming aplikasi android menggunakan React Native yang masih cetek karena di BootCamp materi yang banyak saya pelajari dan saya latih adalah programming aplikasi web maka membuat pekerjaan saya keteteran dan mengalami banyak kesulitan sehingga saya terpaksa menyerah dan mengundurkan diri dari pekerjaan saya sebagai pengembang aplikasi android yang baru berjalan satu minggu:-(.

         Setelah gagal di perusahaan pertama, saya tidak menyerah untuk mencari lowongan pekerjaan baru sebagai seorang programmer, setelah menjalani beberapa tes dari beberapa perusahaan yang saya apply akhirnya saya berhasi diterima di perusahaan kedua sebagai seorang pengembang aplikasi android, karena di perusahaan kedua ini bos saya memaklumi kemampuan saya yang masih sangat cetek, maka saya diperbolehkan bekerja sambil belajar dan di perusahaan kedua ini saya juga lebih dienakkan karena saya diterima bertiga bersama dua teman saya dari BootCamp, menariknya di perusahaan kedua tempat saya bekerja ini teman-teman saya satu kantor yang sudah mulai bekerja sebelumnya rata-rata usianya seumuran dengan saya yang bahkan bosnya usinya lebih muda dari saya.

          Banyak yang beranggapan bahwa bekerja sebagai seorang pengembang aplikasi android sangatlah enak karena pekerjaanya bisa dikerjakan dengan duduk dan minum kopi serta jam kerjanya yang fleksible, mungkin memang benar seperti itu, tetapi di tempat kerja kita dituntut tanggung jawab atas pekerjaan yang bos kita berikan kepada kita yang mana jika kita melakukan kesalahan sampai terjadi bug pada aplikasi production maka kita harus bersiap-siap kena marah oleh atasan dan kita harus segera memperbaiki bug yang ada yang mana jika kita melakukan kesalahan yang fatal kita juga harus bersiap-siap mendapatkan hukuman dari potong gaji bahkan dipecat, lucunya kesalahan pertama saya di perusahaan kedua saya adalah membuat sebagian server atau aplikasi Back-End tidak dapat digunakan karena kurangnya pengetahuan saya tentang PHP server saat berusaha membuat API di aplikasi.

           Sama seperti di perusahaan lainya, selama saya bekerja di perusahaan kedua saya sebagai pengembang aplikasi android, saya dan teman-teman saya dituntut untuk bekerja dibawah tekanan alias bekerja dengan deadline, deadline yang diberikan beragam sesuai dengan tingkat kesulitan fitur yang kita buat pada aplikasi, untungnya kita tidak terlalu dipaksakan untuk mengerjakan sesuai deadline pekerjaan yang terlalu susah untuk kita kerjakan misal saat kita mengalami stuck  saat mengembangkan suatu fitur, biasanya kita akan dibantu oleh programmer lain jika kita mengalami kesulitan dan diberi waktu tambahan untuk mengerjakan pekerjaan yang menurut kita cukup sulit untuk dikerjakan.

           Banyak sekali suka duka saat bekerja menjadi Programmer disebuah perusahaan salah satunya saat kita merasa kurang nyaman dengan salah satu teman kerja kita, maka mau tidak mau kita harus berusaha berdamai dengan teman-teman di tempat kerja karena disini kita dituntut untuk bekerja sama, termasuk dengan teman kerja kita yang menurut kita kurang srek dengan kita, kita juga tidak boleh asal keluar atau resign dari perusahaan kita jika kita menemui masalah dengan teman kerja atau bos kita karena ada konsekwensi yang harus kita lakukan yang salah satu contohnya adalah membayar denda berupa uang ganti rugi kepada perusahaan tempat kita bekerja.

Thursday, April 16, 2020

Pengalaman Mengikuti Pelatihan Coding di Bootcamp DumbWays

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 
          Sudah lama ya sobat-sobat sekalian saya ga nulis artikel lagi di blog ini, karena kesibukan saya sebagai seorang developer aplikasi android membuat saya benar-benar sibuk. Setelah saya melihat saldo di google Adsense saya, saya sangat kaget karena tidak baik-baik :-(, mungkin emang orang lebih banyak migrasi ke You Tube, jadinya pada males baca blog hehe. 

          Langsung saja, di sini saya akan membahas tentang pengalaman saya mengikuti Bootcamp Dumbways, yaitu salah satu pelatihan Coding yang mana akan menyalurkan para talent nya ke perusahaan-perusahaan IT, contohnya seperti saya yang karena Bootcamp Dumbways saya bisa diterima bekerja di perusahaan IT berupa Start-Up sebagai seorang Developer Aplikasi Android. 

            Selama di Bootcamp selain kita diajarkan materi baru yang sedang ngehits pada saat itu yaitu React.js, React Native, Redux, dsb. Kita juga akan di push untuk mengerjakan beberapa tugas coding diantaranya membuat aplikasi Back-End, aplikasi Front-End, dam aplikasi Mobile. Aplikasi-aplikasi tersebut pada akhirnya digunakan sebagai portofolio saat mencari kerja selepas dari BootCamp, karena dengan portofolio tersebut skill kita dilihat secara sekilas. 
           
           Di BootCamp saya bertemu teman-teman baru dari beberapa penjuru daerah, ada yang dari Aceh, Sulawesi, Bandung, bahkan ada juga yang dari Papua. Di sana tidak semua talent rajin dalam mengerjakan tugas, beberapa masih ada yang suka malas-malasan, tetapi seperti yang kita tebak, yang rajin pada akhirnya lebih mudah dalam mencari kerja, bahkan ada yang menawarinya untuk bekerja. 

           Karena BootCamp yang saya ikuti juga merupakan Start-Up dan memiliki developer sendiri dan merekalah yang me mentoring para talent, maka akan membuat suasana Bootcamp seperti suasana saat bekerja di suatu perusahaan IT, dan ajaibnya cara ini sangat efektif, sehingga saya dan teman-teman saya bisa keterima di perusahaan IT, selain sukses, kita juga membanggakan orang tua dong hehe. 

Sekian artikel saya. 

Wassalam ;-)