Friday, February 5, 2021

Flutter VS React Native, Manakah yang Unggul

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 
       Pada postingan saya kali ini saya ingin sekali membahas tentang beberapa perbedaan antara framework Flutter dan React Native beserta kekurangan dan kelebihannya. Langsung saja berikut perbedaan beserta kekurangan dan kelebihan antara Flutter dan React Native. 





Kelebian Flutter dibanding React Native:
  1. Tidak perlu rendering lama saat ingin debuging.
              Ketika kita menggunakan React Native saat membagun aplikasi, maka kita harus menjalankan "adb devices" untuk mengecek koneksi emulator android dengan komputer kita lalu "npm start","yarn start" atau "npx react-native start" untuk memulai melakukan debugging itupun jika emulator yang kita gunakan langsung terdeteksi oleh komputer kita, jika tidak maka kita harus menulis perintah "adb reverse tcp:8081 tcp:8081" di CMD atau terminal. Berbeda jika kita menggunakan Flutter, karena kita tidak perlu melakukan itu dan cukup menyambungkan emulator kita ke komputer kita maka akan langsung terdeteksi oleh komputer dan kita bisa langsung melakukan debugging.
  2. Banyak widget siap pakai yang telah disediakan.
             
    Jika kita menggunakan React Native, maka tidak semua component siap pakai disediakan untuk pengembang oleh React Native, misalnya jika kita ingin membuat button mengambang di pojok kanan bawah seperti pada aplikasi chating maka kita harus membuatnya dengan komponen yang dibungkus menggunakan salah satu component untuk membuat button misalnya "<TouchableOpacity></TouchableOpacity>" dan kita styling sendiri menggunakan "position: 'absolute'" sedemikian rupa hingga ssesuai dengan keinginan kita berada mengambang di pojok kanan bawah. Berbeda dengan Flutter, kita hanya perlu menambahkan widget siap pakai "floatingActionButton: " dan ditambahkan "onPress: " untuk membuat sebuah button mengambang.
  3. Codingan lebih bersih.  
               
    Seperti yang telah saya singgung di atas, Flutter telah menyediakan widget widget praktis untuk membuat program, selain itu pada terminal akan diberi tahu jika ada package yang tidak digunakan dan bila codingan kita terjadi error, jadi kita bisa menghapusnya sehingga membuat codingan yang kita bangun lebih bersih, tetapi kita masih bisa menggunakan comment untuk menandai codingan kita. 
  4. Tidak bingung codingan saat sudah membangun codingan yang banyak dan rumit
               
    Saat kita menggunakan React Native dan telah membangun component yang dibungkus dengan tag "<View></View>" yang sangat banyak misalnya, biasanya kita akan bingung tag penutup yang telah kita coding sebelumnya milik tag pembuka yang mana, berbeda dengan Flutter yang kita telah diberi tahu di akhir kurung widget, widget tersebut namanya apa sehingga kita tidak kebingungan saat menghadapi kodingan yang banyak.
  5. Error hanya terjadi di halaman yang terjadi error dan dijelaskan apa errornya
                Pada saat kita ngoding menggunakan react native dan kita menemukan error pada program yang kita buat beserta penjelasan error full satu halaman, maka kita akan diperlihatkan layar penuh berwarna merah bahkan pada beberapa kasus mengalami force close tanpa penjelasan error, sehingga mempersulit kita dalam mengembangkan aplikasi. Berbeda dengan flutter, saat kita menemukan error maka hanya akan menunjukkan error di halaman dan bagian yang terjadi error saja, itupun sudah disertai dengan penjelasan error yang mudah dipahami, selain itu jika kita menggunakan VS Code kita akan disediakan terminal untuk memberitahu semua masalah pada kode program Flutter kita.
       Sebenarmya setiap framework yang dibuat oleh para pengembang pasti mengalami perkembangan dan di release dengan versi yang berbeda. Pada versi terbaru, framework-framework tersebut telah mengalami perbaikan bug dan penambahan fitur yang mana akan membuat Flutter dan React Native akan terus bersaing untuk menjadi framework aplikasi mobile lintas platform yang terbaik. React Native juga memiliki beberapa kelebihan dibanding Flutter diantaranya:

Kelebihan React Native dibanding Flutter:

  1. Menggunakan Bahasa Pemrograman JavaScript yang sudah banyak dikenal
               Kelebihan React Native dibanding flutter adalah React Native menggunakan JavaScript yang sudah lebih dulu terkenal dibanding Dart, JavaScript juga mudah untuk dipelajari dengan bahasa yang sangat mudah dimengerti oleh manusia, meskipun begitu sekarang sudah mulai banyak tutorial-tutorial untuk mempelajari bahasa pemrograman Dart untuk Flutter, dan mungkin akan lebih banyak lagi yang akan mahir dalam menggunakan Dart.
  2. Dokumentasi lengkap dan dukungan yang lebih banyak
                 
    React Native sudah memiliki Dokumentasi yang lengkap dan dukungan yang sangat banyak, jika anda menemui error pada program anda, maka akan banyak developer yang telah membagikan bagaimana cara mengatasinya, hal ini karena React Native terlahir lebih awal jika dibanding Flutter, tetapi lambat laun pasti akan lebih banyak lagi dukungan untuk Flutter beserta problem solving nya di internet.

Wednesday, August 21, 2019

Perbedaan Virtual Reality dan Aughmented Reality

Halo sobat blogger! Jumpa lagi dengan postingan saya kali ini, pada postingan saya kali ini saya ingin membahas tentang perbedaan antara Virtual Reality dan Aughmented Reality.

Virtual Reality


      Dari artinya dari bahasa inggris saja, Virtaual Reality berarti realitas maya yang mana kita dapat melihat sebuah gambar bergerak 3 dimensi dalam sudut 360 derajat. Kita bisa menggunakan Virtual Reality dengan sebuah alat khusus bernama Virtual Reality Glasses yang dijual dengan harga yang tidak begitu mahal dan akan membuat penggunanya seperti masuk ke dalam realitas maya tersebut, asyik lagi jika kita menggunakan alat tersebut untuk bermain video game yang mana akan membuat kita sebagai pemain benar-benar masuk ke dalam game.

Aughmented Reality


        Berbeda dendn Virtual Reality, Aughmented Reality adalah sebuah teknologi yang dapat menyatukan kenyataan dengan realitas maya, sebagai contoh jika kita menggunakan Face App, wajah kita yang sebenarnya diubah menjadi sesuai keinginan kita(misal menjadi berwujud tua), contoh lain saat kita memainkan game Pokemon Go, di dunia nyata tidak ada pokemon yang dimaksut, akan tetapi pokemon tersebut akan terlihat di smartphone kita. Selain contoh-contoh tersebut masih banyak aplikasi-aplikasi lain yang telah menggunakan teknologi Aughmented Reality.

           Jadi begitulah perbedaan antara Virtual Reality dan Aughmented Reality. Apa lagi ya teknologi canggih selanjutnya? Tunggu saja, mungkin di masa depan kita bisa melihat dunia melalui street view real time:-D
Good_Luck:-)

Tuesday, December 11, 2018

Beberapa Hal Menarik Pada Google Assistant Yang Akan Membuat Anda Terkesan


Assalamu'alaikum Wr. Wb.
           Selamat pagi!!! Coba ucapakan sapaan itu pada Google Assistant dan lihat apa yang terjadi. Baru-baru ini Google meluncurkan fitur terbarunya yang cukup canggih yaitu Google Assistant, jika anda suka menonton film Iron Man anda pasti kenal yang namanya Jarvis dan Google Assistant ini memiliki kemiripan dengan Jarvil walau kecerdasan buatan pada Google Assistant ini tidak secanggih kecerdasan buatan pada film fiksi Iron Man dan juga tidak akan pernah bisa menyamai kecerdasan otak manusia, lalh apa saja hal-hal menarik yang akan kita bahas disini, berikut penjelasannya.
  1. Google Assistant bisa melakukan banyak hal
            
    Fitur ini dirancang dengan sangat canggih, asisten Google ini banyak fungsi dan manfaatnya dia lebih seperti teman digital yang mana diprogram agar dapat mengikuti apa yang kita perintahkan, banyak hal yang bisa dilakukan oleh Google Assistant ini diantaranya: menyetel alarm, membuat pengingat, menterjemahkan kata dan kalimat, menunjukkan suhu suatu daerah, mencari rute terdekat ke suatu tempat, dan masih banyak lagi, dia adalah wujud penypurnaan dari Google Voice yang mana juga dapat melakukan beberapa perintah hanya saja pada Asisten Google ini lebih canggih dan lebih mirip teman sendiri.

  2. Google Assistant dapat diajak ngobrol
             
    Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya jika fitur ini lebih mirip seperti teman digital, dia bisa diajak bicara layaknya manusia, hanya saja masih memiliki banyak keterbatasan dan tidak mungkin bisa menyamai manusia sungguhan. Anda bisa menanyakan "kapan anda lahir?", "Bahasa pemrograman apa yang digunakan untuk menciptakan anda?", "Apa agama anda?", "dan masih banyak lagi, bahkan saya sendiri pernah menanyakan apakah anda jomblo?:-D dan diapun menjawab "masih menunggu gadget sempurna yang bisa mencuri hati ini ", menarik bukan:-D

  3. Dia bisa terhubung ke ke beberapa perangkat keras
              
    Selain yang telah saya sebutkan dia atas, Google Assistant juga dapat terhubung dengan beberapa perangkat keras seperti membuka aplikasi kamera, merendahkan dan menaikkan suara speaker, menyetel musik, dsb.

  4. Asisten Google bisa membuat lelucon dan teka-teki
             
    Jika anda sedang sedih dan butuh hiburan, coba minta Google Assistant untuk membuatkan lelucon dan tebak-tebakan, biasanya dia langsung memembuatkannya hanya saja dia terlalu cepat untuk memberitahu jawabannya sehngga kita tidak sempat menjawab jawaban dari sang asisten.

  5. Google Assistant bisa bernyanyi
               
    Anda tahu sendiri jika robot bernyanyi apa yang akan terjadi, benar sekali suara yang dihasilkan fals dan datar:-D coba suruh asisten Google bernyanyi, mungkin anda akan bergeleng-geleng kepala karena bakat menyanyinya yang buruk:-D

Sekian, semoga bermanfaat:-)